LET'S START AND COUNT OUR BLESSINGS

LET'S START AND COUNT OUR BLESSINGS

Tuesday, June 3, 2014

Ada Apa dengan Ergonomi Rumah Makan Cepat Saji?

Assalamualaikum :)
Wihhhh, Ternyata udah lama banget ngga ngepost ya. Ngepost kali ini juga sebenernya di sponsori sama mata ngantuk, idung meler, sama badan miring-miring (baca: pegel) akibat merencana yang emang dikerjain SKBH (sistem Kebut Beberapa Hari) 

Berhubung post kali ini untuk salah satu mata kuliah, jadi postnya tetep masih terkait sama interior. Seperti yang dijelasin sebelumnya, secara garis besar desain interior emang mempertimbangkan bagaimana kondisi ruang dalam agar penghuni merasa nyaman baik secara fisik maupun psikologi. namanya Ilmu Ergonomi.


Menurut slide dari Bapak Dosen, pengertian ERGON (kerja) NOMOS (aturan/hukum), jadi ergonomi bisa diartiin sebagai studi tentang aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain/perencangan untuk mendapatkan suasana yang sesuai. Jadi ergonomi, akan selalu dipertimbankan di manapun, kapanpun dengan kegiatan apapun.
Sumber : http://lelineinterior.blogspot.com/2013/01/blog-post_3387.html

Nah sekarang langsung ke studi kasus, gimana kalo kaitannya sama rumah makan cepat saji? Kenapa juga kita kalau makan disitu selalu merasa ngga nyaman untuk lama-lama? -_-

Dibahas satu-satu ya. Rumah makan cepat saji atau fastfood bukan lagi tempat yang sulit kita temui. Dari namanya aja, udah bisa disimpulin kalau dirumah makan cepat saji pergantian pengunjungnya relatif lebih cepat dari cafe, hal itu ditunjang dari tujuan rumah makan itu sendiri dan makanannya yang udah langsung terhidang.

Yang pertama mau dibahas dari furniturenya. Semua furniture selalu punya standar ukuran yang didapat dari hasil survey rata-rata ukuran tubuh manusia. Sama juga kaya dirumah makan, kursi dan meja makan juga harus mempunyai ukuran sesuai sama target pasar. Nah kalau dicafe kursi dibuat senyaman mungkin, bisa dari ukurannya, pake sofa atau dikursinya dikasih cushion. Lain lagi di rumah makan cepat saji, rata-rata  ukuran kursi dibuat standar dan  tanpa sandaran tangan, jadi emang secara ergonomi dikondisikan cuma buat kegiatan makan dan kurang memperthitungkan kenyaamanan untuk digunakan dalam jangka waktu lama, karena kalau kelamaan bisa membuat pengguna lelah.

Yang kedua yaitu kondisi ruang dan pembagian area. Kebanyakan, sirkulasi manusia di ruang dibuat tidak terlalu lebar, karena tujuannya emang untuk kapaaitas pengunjung yang banyak dan lebih memperbanyak kursi dan meja, sehingga jarak antar satu meja ke meja lain cukup berdekatan. Akan tidak nyaman untuk pengunjung apabila mau mengobrol mengenai hal-hal pribadi. Selain itu seringkali warna ruang didominasi oleh warna terang seperti Orange yang apabila dilihat dari dampaknya ke psikologis manusia, warna orange tersebut memicu rasa lapar. Hal itu ditambah dengan seringkali pihak rumah makan memutar lagu bertempo cepat, yang dari psikologisnya membuat pengunjung untuk cepat melakukan kegiatan diruangan.

Dari beberapa penjabaran diatas, rumah makan cepat saji memang mendesan  ruangannya dengan pertimbangan ergonomi agar pengunjung tidak berlama-lama. Namun hal itu bukan berarti tidak mempertimbangkan faktor kenyamanan dari manusia yang berada didalamnya, misal dengan tetap memperhatikan  pemilihan furniture pembagian area yang tepat  agar retap terjaganya kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna.
Udah cukup banyak ternyata postnya hehe, sekian buat yang satu ini, terimakasih.

Dhita Rosalia :)

Thursday, May 23, 2013

Tak kenal, maka tak sayang :)



ada beberapa orang yang pernah nanya,
"kenapa sih milih jursan desain interior?" "Emang yakin bisa gambar?" "ngga takut susah kerjanya?"

Kalo awal-awal tau, rasanya wajar kalo masih samar sama jurusan satu ini. kalo kata orang mah 'masih awam'.
Tapi sebenernya ilmu ini pasti di terapin sama siapapun yang mau bikin suatu bangunan, ngga cuma sekitar tempat tinggal tapi juga bisa ke fasilitas umum seperti restaurant, rumah sakit dan masih banyak lagi 
 Arti desain interior sendiri sebenernya merencanakan,menata dan merancang ruang- ruang interior dalam bangunan. Tatanan fisik di atas dapat memenuhi kebutuhan dasar kita akan sarana untuk bernaung dan berlindung, menentukan langkah sekaligus mengatur bentuk aktifitas kita,memelihara aspirasi kita dan mengekspresikan ide- ide yang mneyertai segala tindakan, mempengaruhi penampilan, perasaan dan kepribadian . Oleh sebab itu , maksud dan tujuan desain interior adalah untuk memperbaiki fungsi,memperkaya nilai estetika dan meningkatkan aspek psikologis dari ruang interior.

Sebenernya simpel aja, kalau masalah bisa dapet kerjaan atau ngga, pasti semua orang pasti mau punya ruangan pribadi yang nyaman, Nah, disitu lah peranan seorang desainer interior. Jadi ngga ada yang perlu dikhawatarin soal yang satu itu.
Kalau masalah bisa gambar atau ngga? ya emang ngga bisa ..... 
tapi selama mau usaha mah pasti jadi bisa -_-
sesuai pepatah sih "tak kenal maka tak sayang". Semua bidang pasti baik, tinggal gimana kita bisa menerapinnya atau ngga ;)





I've always wanted Arnold’s room :)))
Meskipun ngingetin sama (lagi-lagi) gambar perspektif, tapi ruangan yang ini kesannya enak banget apalagi kalo bisa diterapin dikamar :')


Yang ini? sama juga bikin ngiler! bukunya ituuuuuu, ngoleksi dari berapa lama :')

iseng-iseng berhadiah? Alhamdulillah :)

 
Jurusan boleh desain interior, tapi urusan gambar-menggambar rasanya gue masi kopong syekaliiiii, apalagi kalo udah disuru berduaan sama konstruktif, udah deh wassalamualaikum aja....... 
 Tapi ngga tau kenapa, tiba-tiba dapet ilham pengen nyoba ngikut lomba yang berbau desain. Lombanya sebenernya simpel, bikin rancangan satu ruang Himpunan Mahasiswa KMDI dari tema sama beberapa barang yang udah d tentuin. Itu dikerjain perkelompok 3 orang, boleh manual atau pake software. Disitu kita harus bikin rancangan dari beberapa bagian, ada denah layout, potongan, spesifikasi mebeul dan (lagi-lagi) perspektifnya. Disinlah masalahnya. Berhubung gue, shidqi, lintang, adalah orang yang sibuk (nunda-nuda) bikin tugas, jadi karena belum ada yang mahir pake software akhirnya kita mutusin buat manual. Gambar lombanya yang pengumpulan terakhir harus tanggal 10 April 2013, sampe malem tanggal 10 pun kita sama sekali belum nyentuh, belum bikin konsep, belum sedikitpun, belum apa apapun-_- Sempet panik kelojotan dah tuh. Dengan kesotoyan, kengantukan dan sistem kebut beberapa jam, dari pagi jam 4 pagi sampe jam 10 siang di hari H pengumpulan gambar, akhirnya bisa beres juga, 5 jam  3lembar !



itu perspektif kanan-kiri yang berwarna, kerjaan shiqi sama lintang. Kerjaan gue? cuma kertas yang ditengah, gambar denah layout, item putih. Bukan sama perpektif~~~ Itu kita ngumpulin pertama, ngga tau apa karena kita nya terlalu tepat waktu ato gimana -_- Pengumuman lombanya masih lama bangeeeeet rasanya waktu itu. mindernya ngga karuan, udah yakin mah ngga bakal sebanding sama yang lain, apalagi kalo mikirin yang lain bisa make software. Konspenya juga pasti pada lebih mateng. Lebih pada siap sama desain furniturenya juga. Yaudahlah itung-itung buat pengalaman dulu ajaa. Pas hari pengumumannya, yang ternyata mundur dari tanggal yang ditentuin. Kita sama sekali ngga kepo, ketinggalan berita dah, sampe akhirnya ada sms, ada pengumuman di Facebook, dan ...


 
  ALHAMDULILLAH BROOO!!! HASILNYA :') Bahagia itu, emang sederhana :)

  Selamet berjuang dengan hal yang sama, dhit! 
 Nyerah? Ngga, insya Allah biasa :)

Post pertama, di blog kedua! Hi, there :)